Categories
games

Tiga Fakta Sejarah Sudoku, Permainan Teka-teki Butuh Logika

Tiga Fakta Sejarah Sudoku, Permainan Teka-teki Butuh Logika

Apa yang kamu lakukan ketika waktu senggang? Sebagian orang memilih menghabiskannya untuk bermain game. Beberapa orang suka bermain game klasik seperti mengisi TTS, bermain catur, mahjong atau sudoku. Khusus sudoku, penelitian menyebut bahwa permainan ini bisa mencegah demensia dan Alzheimer, lho!

Tahukah kamu kapan dan di mana sudoku pertama kali di ciptakan? Di lansir dari dennisking.org, berikut ini sejarah permainan sudoku.

1. Bukan di ciptakan di Jepang, tetapi di Swiss!

Mendengar kata sudoku, di benak kita langsung terbayang dengan negeri sakura. Di kutip dari thenorthfacejacketsoutlet.us.com/, memang benar bahwa kata sudoku di ambil dari bahasa Jepang. ‘Su’ adalah angka, sementara ‘doku’ berarti tunggal. Namun ternyata sudoku pertama kali di ciptakan di tahun 1783 oleh Leonhard Euler, seorang matematikawan asal Swiss.

Euler mengembangkan gagasan tentang cara mengatur angka sehingga satu angka hanya muncul satu kali di setiap baris atau kolom, terang laman Sudoku Essentials. Waktu itu, sudoku lebih mirip dengan proyek matematika dari pada teka-teki. Tujuan awal sudoku di ciptakan bukan di gunakan untuk bermain seperti sekarang.

2. Lalu, sudoku di sempurnakan oleh Howard Garns

Leonhard Euler memang yang pertama mencetuskan konsep sudoku, tetapi permainan sudoku modern di ciptakan oleh Howard Garns. Ia merupakan seorang arsitek Amerika kelahiran 2 Maret 1905. Teka-teki angka yang di namai sudoku ini di terbitkan di majalah Dell Pencil Puzzles and Word Games pada bulan Mei 1979.

Pada awalnya, teka-teki ini di namai dengan “Number Place” (tempat angka). Lalu, nama ini di ubah menjadi Su Doku dan menjadi populer di Jepang pada pertengahan tahun 1980-an. Sebagaimana sekarang, sudoku berisi kotak 9 x 9 dan kita di haruskan mengisi angka di masing-masing kotak.

3. Sudoku di perkenalkan ke Jepang oleh majalah teka-teki Nikoli

Setelah populer di Amerika, teka-teki angka ini mulai menyebar ke negara-negara lain. Permainan ini di perkenalkan ke Jepang oleh Nikoli, majalah teka-teki pertama di Jepang. Nikoli menamai permainan ini dengan Suuji wa Dokushin ni Kagiru. Apabila di terjemahkan secara kasar, artinya adalah “angka-angka yang lajang atau belum menikah”.

Karena di anggap terlalu panjang, nama ini kemudian di singkat menjadi sudoku. Permainan ini di kenalkan oleh Nikoli lewat majalahnya pada tahun 1984. Saat pertama di kenalkan, sudoku tidak terlalu populer. Di tahun 1986, Nikoli membuat peraturan bahwa petunjuk harus di atur dalam pola simetris. Strategi ini pun berhasil!